News

Pengajian Ramadhan PWM Jateng Bahas Aqidah Islam Berkemajuan Bersumber dari Ajaran Nabi

Semarang – Pengajian Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama ‘Aisyiyah Regional Semarang Raya menghadirkan kajian keislaman yang mendalam tentang Aqidah Islam. Materi ini disampaikan oleh Dr. H. Hasan Asy’ari U., M.Ag di hadapan para peserta yang berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Semarang Raya.

Dalam penyampaiannya, Dr. Hasan Asy’ari menjelaskan bahwa aqidah merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Aqidah tidak hanya menjadi keyakinan dalam hati, tetapi juga menjadi dasar dalam bersikap, beribadah, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa aqidah Islam yang diajarkan kepada umat saat ini bersumber dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian disampaikan kepada para sahabat, diteruskan kepada generasi tabi’in, hingga sampai kepada umat Islam sepanjang zaman. Rantai keilmuan inilah yang menjaga kemurnian ajaran Islam. Menurutnya, rukun aqidah atau rukun iman dalam Islam terdiri dari enam pokok keimanan yang harus diyakini oleh setiap Muslim secara utuh.

Pertama, iman kepada Allah SWT. Seorang Muslim harus meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan menguasai seluruh alam semesta. Keyakinan ini melahirkan sikap tunduk, taat, dan hanya menyembah kepada-Nya.

Kedua, iman kepada malaikat Allah. Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan senantiasa taat menjalankan perintah-Nya. Keimanan kepada malaikat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap amal manusia selalu diawasi dan dicatat.

Ketiga, iman kepada kitab-kitab Allah. Allah menurunkan wahyu kepada para nabi melalui kitab-kitab suci sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Umat Islam meyakini kitab-kitab tersebut, terutama Al-Qur’an sebagai kitab terakhir yang menjadi pedoman hidup hingga akhir zaman.

Keempat, iman kepada para nabi dan rasul. Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umat manusia. Umat Islam wajib menghormati dan meneladani mereka, dengan menjadikan **Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan teladan utama dalam kehidupan.

Kelima, iman kepada hari akhir. Keyakinan ini menanamkan kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya di akhirat.

Keenam, iman kepada qada dan qadar. Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta berada dalam ketentuan dan kehendak Allah. Namun demikian, manusia tetap diwajibkan untuk berikhtiar dan berusaha secara maksimal dalam menjalani kehidupannya.

Dr. Hasan Asy’ari menekankan bahwa memahami aqidah dengan benar akan melahirkan pribadi Muslim yang kokoh dalam iman, kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam secara nyata dalam masyarakat.

Melalui pengajian Ramadhan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami konsep aqidah secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan aqidah yang kuat, umat Islam dapat membangun peradaban yang maju, berakhlak, serta membawa rahmat bagi seluruh alam.

Pengajian Ramadhan PWM Jawa Tengah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mempererat ukhuwah di antara warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Semarang Raya. Kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah untuk meneguhkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah kehidupan masyarakat.

Oleh: Heru Cahyono (Sekretaris MPI PDM Grobogan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button